TUGAS
2B
A.
PENGGOLONGAN
NEMATODA USUS
1.
Ascaris lumbricoides
2.
Trichuris trichiura
3.
Cacing tambang
4.
Enterobius vermicularis
5.
Strongyloides stercoralis
6.
Toxocara canis dan cati
7.
Trichinella spiralis
8.
Trichostrongylus
9.
Angiostrongylus cantonensis
10. Capillaria
philippinensis
NEMATODA JARINGAN
1.
Wuchereria bancrofti
2.
Brugia malayi
3.
Loa – loa
4.
Onchocerca volvulus
5.
Dracunculus medinensis
6.
Mansonella ozzardi
7.
Dipetalonema perstans
8.
Gnatostoma spinigerum
9.
Capilaria hepatica
KELAS CESTODA
1.
Taenia saginata (cacing pita
sapi)
2.
Taenia solium (cacing pita
babi)
3.
Hymenolepis nana
4.
Hymenolepis diminuta
5.
Echinococcus multilocularis
6.
Dipylidium caninum
7.
Diphyllobothrium latum
TREMATODA
TREMATODA HATI
1.
Fasciola hepatica
2.
Chlonorcecis sinensis
3.
Opistorchis felineus
4.
Dicrocoelium dendriticum
TREMATODA PARU – PARU
1.
Paragonimus westermani
TREMATODA DARAH
1.
Schistosoma japonicum
2.
Schistosoma mansoni
BAHAYA CACING PARASIT
Pengertian
Parasit
Parasit yaitu
organisme yang hidup dan menghisap makanan dari organisme lain yang
ditempelinya (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Parasit memerlukan tubuh inangnya
sehingga inangnya diupayakan tetap hidup, karena itu parasit mengambil sari
makanannya sedikit demi sedikit. Jika inangnya mati maka parasit juga akan mati
(Istamar Syamsuri, Biologi untuk SMA kelas X : 100)
Dari definisi diatas
maka dapat ditarik kesimpulan bahwa parasit adalah organisme yang hidupnya
bersifat parasitis yaitu hidup yang selalu merugikan organisme yang di
tempatinya dan terdapat beberapa organisme parasit juga tidak menghendaki
inangnya mati, karena kehidupan inang sangat diperlukan bagi kelangsungan
hidupnya.
Macam-macam Cacing Parasit yang Merugikan Manusia
Menurut Sri Pujiyanto dalam Khazanah
Pengetahuan Biologi istilah parasitologi ada pokok bahasan yang dinamakan
helmintologi, yaitu pokok bahasan yang mempelajari tentang parasit berupa
cacing. Berdasarkan taksonomi, cacing dibagi ke dalam dua kelompok, di
antaranya:
1.
NEMATHELMINTHES ( cacing gilik)
a.
Ascaris lumbricoides (cacing usus)
Beberapa ekor
cacing di dalam usus akan mengakibatkan penderita kekurangan gizi. Dalam pengembaraannya
di tubuh manusia ada yang ikut hingga mencapai mata ada pula yang mencapai
otak, jika demikian cacing ini akan sangat berbahaya (Istamar Syamsuri, Biologi
untuk SMA kelas X : 36).
Cacing ascaris
yang hidup di usus manusia ini bisa mnyebabkan kekurangan gizi dan apabila
cacing ini dibiarkan hidup dan melanjutkan siklus hidupnya maka akan sangat
berbahaya, hal yang bisa dilakukan untuk mencegah cacing ini masuk ke tubuh
kita dengan mengupayakan agar makanan yang disajikan tertutup rapat agar tidak
terkena oleh debu lalu menjaga kebersihan tubuh dan kebersihan makanan yang
kita makan.
a.
Ancylostoma duodenale (cacing tambang)
Cacing ini memiliki kait untuk
mencengkeramkan diri di usus dan menghisap darah penderita (Istamar Syamsuri, Biologi
Untuk SMA kelas X: 36). cacing tambang menyebabkan perdarahan di usus akibat
luka yang ditimbulkan juga cacing tambang mengisap darah hospes. Penyakit
cacing tambang tersebar luas di daerah tropis, pencegahan tergantung pada
sanitasi lingkungan, kebiasaan berdefikasi, dan memakai alas kaki ( Sri
Pujiyanto, Khazanah Pengetahuan Biologi ). Karena cacing ini bisa menyebabkan
pendarahan di usus maka penderita akan mengalami anemia, peradangan usus,
disentri terus menerus dan di derita sakit perut pada bagian kanan atas.
Pencegahan agar cacing parasit ini agar
tidak menginfeksi kita diantaranya seperti selalu memakai alas kaki, menjaga
kebersihan lingkungan di sekitar rumah, jangan lupa untuk sering mencuci kedua
kaki, seperti yang dikemukakan oleh Sri pujiyanto dalam khazanah pengetahuan
biologi bahwa pencegahan tergantung pada sanitasi lingkungan, kebiasaan
berdefikasi, dan memakai alas kaki
a.
Enterobius vermicularis (cacing kremi)
Penyakit yang disebabkan yaitu cacingan
(rasa gatal pada dubur) yang biasa di derita oleh anak – anak yang belum bisa
menjaga kebersihan dirinya sendiri. Biasanya mereka cenderung memegang sesuatu
yang belum tentu itu bersih tak heran bila cacing ini jarang menyerang orang
dewasa.
Seperti yang dikatakan (Istamar Syamsuri
2002:37) bahwa cacing kremi merupakan cacing yang sering menyebabkan rasa gatal
pada daerah dubur terutama pada anak-anak .
Upaya pencegahan yang bisa dilakukan
seperti meningkatkan kebersihan lingkungan, pembuangan tinja atau sanitasi yang
baik, mengerti cara-cara hidup sehat, tidak menggunakan tinja sebagai pupuk
tanaman dan mencuci bersih sayuran/buah yang akan di makan mentah.
Obat cacing , seperti piperasin,
mebendazole, tiabendazol, dan lain-lain dapat diberikan dengan hasil yang cukup
memuaskan (Sri Pujiyanto dalam khazanah biologi, 2004).
a.
Trichinella spiralis
Manusia bisa terinfeksi cacing ini
karena memakan daging babi mentah yang tidak dimasak dengan sempurna, karena
itu kita harus berhati-hati dalam memilih makanan yang akan kita makan.
Penyakit yang disebabkan cacing ini disebut trichinosis.
Cacing terbawa darah hingga ke otot.
Larva membentuk sista di dalam otot dan tetap efektif hingga beberapa tahun.
Penyakit yang di sebabkan oleh cacing ini disebut trichinosis ( Istamar
Syamsuri, biologi untuk SMA kelas X : 37)
a.
Wuchereria Bancrofti
Penyakit yang
disebabkan oleh cacing ini sempat menjadi bahan pembicaraan masyarakat di
Indonesia karena pada saat itu banyak masyarakat yang terserang penyakit ini.
Biasanya orang yang terinfeksi cacing ini menderita elephantiasis atau yang
biasa disebut dengan kaki gajah. Ini disebabkan oleh sanitasi lingkungan yang
buruk sehingga nyamuk culex yang mengandung mikrofilaria yang merupakan hospes
perantara I dari cacing ini bisa melanjutkan siklus hidup dengan menggigit
manusia hingga menyumbat pembuluh limfe sehingga terjadilah pembengkakan.
Pencegahan
terutama menjaga diri agar tidak digigit nyamuk, dengan memakai kelambu waktu
tidur atau menggunakan repelen. Membasmi tempat perindukan nyamuk vektor, namun
untuk yang habitatnya di rawa-rawa akan sulit dilakukan.(Sri Pujiyanto dalam
khazanah pengetahuan biologi : ).
1.
PLATYHELMINTHES ( cacing pipih)
a)
Kelas Trematoda (cacing isap)
·
Clonorchis
Infeksi yang
ditimbulkan cacing ini seperti kerusakan hati dan infeksi lain pada hati, dan
lebih bahaya lagi bisa mengakibatkan kematian. Ini dikarenakan masyarakat
memiliki kebiasaan mengkonsumsi ikan air tawar secara mentah padahal ikan ini
merupakan tempat peletakkan metaserkaria cacing ini yang kemudian akan
melanjutkan siklus hidupnya di tubuh manusia.
Efek cacing
hati terhadap manusia tergantung parahnya infeksi. Infeksi berat menyebabkan
sirosis hati (kerusakan sel-sel hati) yang dapat mengakibatkan kematian.
Kebiasaan memakan daging mentah di Jepang memudahkan penularan penyakit ini
(Istamar Syamsuri, Biologi untuk SMA kelas X : 28-29)
·
Schistosoma
Penyakit yang
disebabkan Schistosoma pada manusia disbut schisto somiasis. Penyakit ini
menyerang jutaan umat di Afrika dan Asia. Penderita akan mengalami kerusakan
hati, kelainan jantung, limpa, kantung kemih dan ginjal (Istamar Syamsuri,
Biologi untuk SMA kelas X :30). Pencegahan dengan perbaikan irigasi,
pemberantasan keong dan pengobatan dengan kalium ammoniumnitrat, nitridazole
dan astiban (Sri Pujiyanto, Khazanah pengetahuan biologi : ).
Dapat
disimpulkan bahwa penyakit yang disebabkan cacing ini pada manusia sangatlah
berbahaya karena bisa merusak organ-organ vital manusia yang memiliki fungsi yang
sangat penting. Karena bisa menyerang hati, jantung, limpa, ginjal, bahkan
kantung kemih maka ini bisa menyebabkan penyakit berbahaya bahkan bisa
menyebabkan kematian. Penularan yang sangat mudah dan akibat dari sanitasi
lingkungan yang buruk maka penyakit ini sempat menyerang jutaan umat di Afrika
dan Asia bayangkan bila ini terus berkembang maka perlu adanya upaya pecegahan
dan pengobatannya seperti memperbaiki sistem irigasi dan pemberantasan keong
yang merupakan inang definitive cacing ini sementara upaya pengobatan yang
dilakukan bisa dengan kalium ammoniumnitrat, nitridazole bila terjadi hal yang
serius maka perlu penanganan dokter.
Daftar pustaka :
http://rivani19story.blogspot.com/2012/04/bahaya-cacing-parasit.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar