TUGAS
2A
PARASITOLOGI
A. Parasit
Parasitologi ialah ilmu yang
mempelajari jasad-jasad yang hidup sementara atau tetar pada permukaan atau di
dalam jasad hidup lain untuk mengambil makanan dan dan mempelajari hubungan
antara jasad-jasad tersebut dengan inangnya.
Parasit adalah suatu organism
yang tergantung pada inangnya perihal sintesis dari 1 atau lebih zat-zat
makanan esensial untuk keperluan metabolism. Sintesis zat-zat makanan itu
memerlukan enzim-enzim. Atas dasar ini definisi parasit mencakup makhluk yang
hidup bebas, tetapi tidak memiliki satu atau lebih enzim, oleh karena itu
parasit tersebut berusaha untuk hidup pada mahkluk hidup lainnya untuk memiliki
enzim-enzim tersebut. Dengan kata lain suatu parasit memerlukan beberapa faktor
vital, di mana faktor-faktor tersebut hanya dapat diperoleh dari inangnya.
Pendapat lain, parasit adalah
makhluk yang mengadakan invasi untuk mendapatkan makanan, tempat tinggal,
perlindungan dan kesempatan berbiak di dalam inangnya.
J.V Van Beneden menyatakan,
parasit adalah makhluk hidup yang hidupnya dari pemberian tetangganya dan hanya
menggunakan keuntungan yang diambil dari tetangganya tersebut, tetapi parasit
tersebut harus berhati-hati atas pengambilan keuntungan tersebut karna bisa
membahayakan parasitnya sendiri.
N.H Swellengrebel menggambarkan
parasit sebagai makhluk hidup yang non-patogen yang menjaga atau menghindari
kerugian bagi inangnya maupun bagi dirinya sendiri.
Harold W. Brown menyatakan bahwa
parasit biasanya dipakai untuk jasad yang lebih lemah yang mengambil makanan
dan perlindungan dari jasad lain yang memperoleh segala keuntungan dari pada
hubungan itu. Dan inangnya bisa menderita kelainan fungsi dan kelain organik.
Secara keseluruhan definisi
parasit didasarkan atas beberapa hal sebagai berikut :
a)
Tempat dan cara pengambilan makanan dari inangnya
b)
Tetap tidaknya parasit itu berada dalam tubuh inang
c)
Sifat patogenitasnya
d)
Jumlah individu spesies parasit yang mendiami inang
e)
Tingkatan parasitnya (parasit yang hidup di dalam tubuh parasit lainnya)
a) Tempat dan cara pengambilan makanan
dari inangnya
Jika
parasit itu hidup pada permukaan luar dari tubuh inang, maka parasit itu
disebut ektoparasit. Contohnya : lintah, kutu anjing, kutu kucing, kutu
manusia dan kutu kerbau .
Parasit-parasit tersebut mengambil
makanan dipermukaan luar tubuh inang atau mereka hidup pada kulit inang
sekaligus mengambil makanan dari permukaan luar tubuh inang mereka.
Jika parasit-parasit itu hidup di dalam
tubuh inang, maka parasit itu disebut endoparasit. Tempat-tempat yang
didiami juga pada berbagai alat-alat dan jaringan tubuh. Contonya :
Parasit
yang hidup didalam saluran pencernaan, antara lain: Ascaris lumbricoides,
Ancylostoma duodenale, Taenia solanum dan sebagainya.
Parasit yang hidupnya di otot-otot, antara lain: Trichinella spiralis
membuat cyste dan hidupnya di dalam oto babi, tikus, kucing, anjing, beruang
hitam dan juga di dalam otot manusia.
Parasit yang hidup di dalam jaringan darah, antara lain: cacing Filaria Wuchereria
bancrofrti. Yang bahkan hidup di dalam sel-sel darah seperti Plasmodium
(parasit malaria).
b) Tetap tidaknya parasit itu berada
dalam tubuh inang
Ada beberapa pembagian mengenai tempat
parasit berada dalam inangnya, antara lain:
Parasit
Fakultatif Jika parasit itu dapat hidup bebas dan dapat juga hidup sebagai
parasit.
Parasit
Obligat Jika parasit itu berdiam secara permanen di dalam tubuh inang dan
kehidupannya seluluhnya tergantung pada inangnya.
Parasit
Insidentil Jika parasit itu secara kebetulan bersarang di dalam tubuh suatu
inang yang biasanya tidak dihinggapinya.
Parasit
Temporer jika parasit itu sebagian dari masa hidupnya hidup bebas, dan
sewktu-waktu mencari inang untuk mendapatkan makanan.
Parasit
Permanen Jika parasit itu tinggal pada permukaan atau di dalam tubuh inang
sejak permulaan sampai dewasa.
c) Sifat patogenitasnya
Parasit
Patogen Jika parasit itu menyebabkan kerusakan pada inang karena pengaruh
mekanik, tranmekanik atau toksik.
Parasit
Semu atau Koprozoik jika suatu spesies asing melewati alat pencernaan
(tractus digestivus) tanpa menyebabkan infeksi pada manusia.
d) Jumlah individu spesies parasit yang
mendiami inang
Multyparasitisme
adalah hidup antara banyak individu dari 2 spesies atau lebih dengan satu
inangnya. Contohnya : Lalat Angitia dan larva Tawon Apauteles yang hidupnya
parasit pada larva Plutella.
Superparasitisme
adalah hidup bersama antara banyak parasit dari satu spesies dan satu
inangnya. Contohnya : pada penyakit malaria, spesies Plasmodium vivax, dalam
jumlah yang sangat banyak menginfeksi darah manusia.
e) Tingkatan parasitnya (parasit yang
hidup di dalam tubuh parasit lainnya)
Tingkatan
disini maksudnya maksudnya, bahwa ada parasit hidup pada parasit lain sampai
1-3 tingkatan atau lebih. Yang mana parasit pertama diinfeksi parasit kedua,
parasit kedua diinfeksi parasit ketiga dan demikian seterusnya. Parasit itu
disebut Hyperparasitisme. Jadi pengertian Hyperparasitisme adalah hidup bersama
di mana makhlukmakhluk parasit hidup dalam parasit lainnya.
Contohnya
:
Banyak burung diinfeksi parasit serangga tertentu, lalu serangga ini diinfeksi
bakteri dan selanjutnya bakteri ini diinfeksi virus(4 tingkatan)
Kutu-kutu besar mempunyai parasit kutu-kutu kecil dan kutu-kutu kecil ini
mempunyai kutu-kutu yang lebih kecil.
B. Parasitisme
Parasitisme mencakup setiap
hubungan timbal balik antara suatu spesies dengan spesies lain untuk
kelangsungan hidupnya. Hubungan ini dapat berlangsung sementara atau permanen.
Menurut Clark P. Read (1977) dalam bukunya Animal Parasitime tentang
parasitisme yang mengkaitkannya dengan penyakit yang berdasarkan pada fakta, dan
penekanan utama pada penyakit-penyakit sebagai manifestasi dari parasitisme
yang mencakup manusia dan binatang peliharaannya.
Meskipun penyakit sering
dinyatakan sebagai manifestasi dari parasitisme, kita harus hati-hati dan
definisi parasitisme harus ditekankan pada batasan-batasan ekologi. Jadi
parasitisme adalah suatu cara kehidupan suatu makhluk hidup lain dari spesies
yang berbeda sebagai inang baik sebagai habitatnya maupun sumber makanannya.
Dalam kategori ekologi secara luas dikenal sebagai simbiosis.
Parasitisme sebagai sutu
kategori simbiosis memperlihatkan cirri utama yaitu parasit itu tumbuh dan
berbiak di dalam tubuh atas pemberian inangnya. Dalam piramida biomass
kedudukan parasit berada pada puncak piramida
GAMBAR 1. Kedudukan parasit dalam
piramida biomassa
Istilah parasitisme mencakup
baik inangnya maupun makhluk hidup parasit tersebut. Inang sebagai habitat
parasit itu bersifat responsif tidak hanya terhadap lingkungan eksternal tetapi
juga terhadap perubahan-perubahan lingkungan internal yang dihasilkan parasit-parasit
tersebut.
Pengertian yang lebih dalam
mengenai parasitisme memerlukan pengertian yang khusus tentang fisiologi
inangnya dan fisiologi parasit tersebut karena penyesuaian fisiologis dari
parasit itu terhadao inangnya, sehingga terjadi hubungan yang obligat. Seperti
pada Cacing pita, Taenia solium mengadakan penyesuaian fisiologis kepada
manusia sebagai berikut :
1.
Memiliki kutikula yang berfungsi untuk melindungi terhadap pencernaan enzim
usus manusia yang bersifat alkalis.
2.
Tekanan asmotik internalnya lebih rendah daripada cairan usus inangnya
(manusia)
3.
Cacing pita ini mempunyai toleransi pH yag tinggi (pH4 -11).
4.
Jaringan cacing pita ini kadar glikogennya tinggi (60% dari berat kering) dan
banyak lipid, tetapi sedikit protein.
5.
Dapat bernafas tanpa 02 (anaerobic respiration).
DAFTAR
PUSTAKA :
http://yudagojali.blogspot.com/2011/11/parasitologi-parasit-dan-parasitisme.html
( Diposkan oleh Yuda G. A. N. Hidayat di 21.18)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar